Titipan Allah itu Bernama Farzan | Lisya Weblog

You are here:
Home » Uncategorized » Titipan Allah itu Bernama Farzan

Titipan Allah itu Bernama Farzan

 

Assalamu’alaikum sobat, apa kabar? udah lama saya gak nulis di sini, tapi alhamdlillah, kabar saya, Aa dan farzan baik. InsyaAllah tanggal 8 Mei, Farzan akan berusia 8 bulan. Angka 8 memang menjadi angka yang selalu spesial buat kami. Semakin hari, menjalani hidup bersama Farzan, aku semakin bahagia. Seperti ada doping yang sangat adiktif. Aku bisa menyelesaikan tulisan (skenario), memasak, mengurus rumah, mengurus keperluan mengajar, suami dan diriku. Ini sungguh menakjubkan. Saat Farzan menginjak 6 bulan, ia masuk rumah sakit. Hatiku hancur, tapi aku berusaha tenang dan semangat. Karena aku yakin Allah tidak akan memberi cobaan di luar batas kemampuan mahluk. Alhamdulillah, setelh dirawat selama 4 hari, farzan kembali ceria. malah semakin pintar.

Memasuki usia 7 bulan, selera makan Farzan semakin meningkat bersamaan dengan itu kemampuan motorik dan inderawinya juga berkembang. farzan sudah bisa mengidentifikasi kalau aku emmakai jilbab artinya mau ke luar rumah, wajahnya mulai berusah saat aku sudah mengenakan jilbab di depannya. Jika aku pulang dari kampus, selelap apapun tidurnya, pasti terjaga. Akhir 7 bulan, ia sudah bisa duduk sendiri. Aku sangat takjub melihatnya hingga meneteskan air mata.

Aku bersykur, masih diizinkan Allah untuk menyaksikan titipan-Nya belajar duduk, awalnya Farzan pada posisi “gong-anggong” (posisi seperti meja) kemudian pelan-pelan dia berusaha menaikkan badannya, split dan akhirnya bisa duduk sendiri. SubhaAllah, indah sekali. Aku jadi khawatir, jika aku kerja, meninggalkan dia, aku takut kehilangan moment indah ini. Bahwa ia harus tahu jika ia besar, aku benar-benar berusaha berada di sampingnya, menemaninya, dan melakukan apapun demi Allah untuk dia.

Kami kini menyewa PRT. Hatiku dag-dig dug. Ini pertama kali, dan aku tidka tahu bagaimana harus bersikap yang “sesuai”, aku menghargai PRT karena mau membantu kami, kamipun membagi kerjaan. Namun perasaan was-was semakin menjadi ketika menyaksikan acara “investigasi” yang bercerita tentang penculikan anak. Jadi?

Entahlah, aku sepertinya harus lebih belajar berserah diri, belajar mengantisipasi. Mudah-mudahan, kami bisa bekerjasama, dan Farzan semakin sehat…

— Satu lagi bukti cintaku pada Farzan, aku memutuskan tidka menonton konser L’arc en Ciel di Jakarta..hiks..hikss

Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

May
6
2012
 
 
Lisya Weblog Search form
Recent Comments
  • Nurhablisyah: Materi slide ada, hanya untuk melindungi kepentingan saya sebagai penyusun materi, maka saya...
  • Ringgo: Apakah ada materi dalam bentuk slide bu? Murid lebih menyukai pelajaran dengan slide sepertinya. Terima...
  • Senter Police: Oke makasih bu Dosen :D
  • Pusat Variasi Motor: saya senang atas artikel anda ini sangat membantu saya akan kembali untuk lain waktu agar dapat...
  • Variasi Motor: makasih ya mbk