Pelan-pelan masalahnya mulai terlihat | Lisya Weblog

You are here:
Home » Uncategorized » Pelan-pelan masalahnya mulai terlihat

Pelan-pelan masalahnya mulai terlihat

 

Aku baru 4 bulan jadi dosen (lebih suka memakai istilah pe-sharing, atau orang yang suka berbagi kisah, karena memang begitu. Dalam menjalankan tugas aku berbagi referensi dari bacaan dan pengalaman). Tapi aku mulai melihat sedikit-sedikit masalah yang dihadapi seorang dosen. Semua pekerjaan tentu memiliki masalah dan kesenangannya sendiri. namun, permasalahan yang aku hadapi sangat kontradiktif dengan tujuan pendidikan di negara ini.

Sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan, dengan gedung yang besar, lapangan parkir yang cukup luas, dan mahasiswanya yang banyak, memberikan apresiasi yang minim untuk pengajarnya, rangenya Rp 25.000,- untuk 1 sks. Padaha untuk mencapai lokasi, harus naik angkot, kadang naik ojek. Saya sendiri harus menghabiskan Rp 35.000,- untuk sampai ke sana. Tujuan saya pribadi menjadi dosen, bukan mencari kesejahteraan materi, namun materi tentu saja menentukan. Pengeluaran itu belum termasuk buku-buku, materi yang harus disiapkan, foto copian, dll. Maka, banyak dosen yang terpaksa harus berhenti di tengah jalan mengajar. Jumlah yang berhenti ini tidak sedikit. Akhirnya, materi kuliah terbengkalai, dan sudah tentu mahasiswa yang dirugikan, mereka tidka dapat apa-apa. Dan beberapa mahasiswa yang saya ajak diskusi di kelas, umumnya tidka memberikan pendapat/opini yang signifikan.

Saya paham kenapa hal ini terjadi, niat baik harus diiringi dengan cara yang baik. Jika niatnya ingin meningkatkan pendidikan di tengah masyarakat dengan operasionalisasi yang tidak berimbang. Tentunya hasil yang didapat tidak sesuai dengan tujuan. malah sebaliknya, sangkaan penggemukan rekening pribadi atau organisasi.

Menjadi guru/ dosen memang bukan mengejar materi, mendapatkan pengetahuan dan ilmu memang hak setiap orang. Ketika itu menjadi hak setiap orang, lalu kewajibannya apa? maka yang memiliki hak itu wajib pula membuka kesempatan dan mempertimbangkan jalan keluar yang proporsional.

Yah, ini abru masalah dangkal saja, saya belum melihat lagi ada apa di balik itu. Yang saya lakukan saat ini, sebagai seorang pengajar, saya bertekad untuk tetap berkarya di luar kampus. Ini penting bagi saya, menjaga keseimbangan intelektual, sosial, dan industri.

—- Kita memang tidak tahu masa depan akan seperti apa, yang kita lakukan adalah berjalan selangkah demi selangkah ke depan —

Posted by 1 Response
     
 

Leave a Reply to this Post

Jan
27
2010
 
 
Lisya Weblog Search form
Recent Comments
  • Nurhablisyah: Materi slide ada, hanya untuk melindungi kepentingan saya sebagai penyusun materi, maka saya...
  • Ringgo: Apakah ada materi dalam bentuk slide bu? Murid lebih menyukai pelajaran dengan slide sepertinya. Terima...
  • Senter Police: Oke makasih bu Dosen :D
  • Pusat Variasi Motor: saya senang atas artikel anda ini sangat membantu saya akan kembali untuk lain waktu agar dapat...
  • Variasi Motor: makasih ya mbk