Farzan Gak Mau Main di Luar | Lisya Weblog

You are here:
Home » Uncategorized » Farzan Gak Mau Main di Luar

Farzan Gak Mau Main di Luar

 

Sekitar satu bulan belakangan ini farzan gak maumain ke luar. Kalaupun main, dia gak mau lama-lama dan cuma main sepeda. Bahkan kalau ada mama di rumah, Farzan malah gak mau main sama sekali, dan keluar kalau mamanya ikutan ke luar, misalnya ke warung, jalan-jalan sore, atau kegiatan lain bersama mama. Tetangga sebelah sampai nanya, kok tumben farzan gak main keluar?, aku sendiri pernah tanya sama anak laki-laki yang berusia 3 tahun itu. Awalnya farzan mungkin masih sulit untuk menceritakan (terkait kosa kata), tapi aku mulai paham kenapa dia lebih seneng di rumah.

Tadi pagi, waktu tetangga lain sedang nebang pohon mangga yang sudah rimbun, anak-anak sekitar rumahku ikutan membereskan sampah daun. Farzan juga ikutan, menarik daun dan membawanya ke tempat sampah. Lalu ada anak lain yang berlari ke arah Farzan dan menabrak Farzan, farzan jatuh cukup keras dan menangis. Anak yang menabrak, tidak meminta maaf, berlari begitu saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sambil menangis Farzan berdiri. “Sakit tahu! minta maaf dong!” wajahnya kesal. Namun anak yang berusia 5 bulan lebih muda itu, tidak mengatakan apapun dan kembali main. Teman-teman yang lain yang melihat kejadian itu pun tidak ada yang membantu farzan.

Beberapa bulan sebelumnya, saat aku sedang masak, farzan berlari masuk ke dalam. “Ma, dimana betadine?” katanya. “ada di atas kulkas,” jawabku. Farzan yang tingginya masih 95 cm, lalu menarik bangku, naik bangku untuk mengambil betadine di atas kulkas. Aku menghampirinya, “Ada apa sayang?” tanyaku padanya. “Eigner jatuh ma! kakinya berdarah” ujarnya sambil membawa betadin ke luar. dari tetangga aku dapat cerita, Farzan mengantarkan betadine sampai ke rumah Eigner bertemu mama Eigner dan mengatakan, itu Betadine untuk mengobati luka Eigner.

Aku bersyukur, di usia yang masih belia, ia sudah memahami pentingnya meminta maaf, menolong dan toleransi. Aku pikir keengganannya untuk tidak main di luar, karena merasa tidak nyaman dengan beberapa ucapan teman yang kasar atau kotor. Kami emmang tidak membiasakan menonton TV, bicara kasar dan kotor. Sesekali saya memang menunjukkan kalau saya marah, namun setelah itu kita akan membahas mengapa mama marah, dan seharusnya apa yang harus dilakukan. Beberapa anak seumuran farzan, cepat sekali mengadopsi kata-kata kotor dari luar. Farzan juga pernah berkata “Lo , Gue”..”Ini mobilan gua”, namun segera Saya menjelaskan bahwa kata-kata itu tidak pantas untuk anak-anak (saya dan adik juga bicara lo-gua), jadi merasa bersalah juga, jangan-jangan farzan mencontoh Saya. namun hanya sebatas itu. padahal Saya tahu, beberapa tetangga sudah mengeluh kosa kata anak-anaknya sangat kotor, dan itu diucapkan setiap hari di rumah. Anak-anak itu tidak paham artinya kata-kata yang mereka ucapkan, dan setelah mengucapkan mereka tertawa. kata-kata seperti “Busyet,” “Setan”, “Bego”, “Tolol” dan sebagainya diucapkan dengan intonasi tinggi dan seperti merendahkan. saya pikir dari kata-kata ini, anak-anak bisa belajar membully yang lain.

Ah, Saya paham sekarang mengapa farzan lebih suka main di rumah. Alasan lain, karena kami dengan senang hati menemaninya di dalam rumah. Kerjaan memang banyak, tapi itu bisa menunggu. farzan juga koperatif kok kalau aku mencuci, dia bisa main mobil-mobilan atau puzzle sendiri. Intinya, ketika ia merasa kebutuhannya sudah dipenuhi, dia tidak perlu mencari di luar. Walau dalam hati kecil Saya, Saya khawatir farzan jadi susah bergaul, tidak bisa beradaptasi, tapi saya agak lega, karena mekanisme pertahanannya sudah mulai bekerja. Jika tidak membuat nyaman, lebih baik cari yang lain. Mudah-mudahan ini bisa bertahan hinga dewasa, apa yang sudah dipelajari di rumah menjadi benteng untuk menghadapi lingkungan. Trust us, as your parents honey, let’s face the world!

Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Dec
19
2015
 
 
Lisya Weblog Search form
Recent Comments
  • Nurhablisyah: Materi slide ada, hanya untuk melindungi kepentingan saya sebagai penyusun materi, maka saya...
  • Ringgo: Apakah ada materi dalam bentuk slide bu? Murid lebih menyukai pelajaran dengan slide sepertinya. Terima...
  • Senter Police: Oke makasih bu Dosen :D
  • Pusat Variasi Motor: saya senang atas artikel anda ini sangat membantu saya akan kembali untuk lain waktu agar dapat...
  • Variasi Motor: makasih ya mbk