Bukunya Karen Amstrong dan Pengalaman Pribadi | Lisya Weblog

You are here:
Home » Uncategorized » Bukunya Karen Amstrong dan Pengalaman Pribadi

Bukunya Karen Amstrong dan Pengalaman Pribadi

 

Lagi dapet kerjaan nih, buat bikin sebuah skrip untuk program talk show. Kali ini buku yang akan diangkat adalah bukunya Karen Amstrong yang berjudul “Masa Depan Tuhan”, sekilas kok ya, kayaknya buku ini cari-cari perhatian gitu ya…tapi ketika dibaca. Hhhmm, ternyata engga ada ilmu yang gak berguna. apapun informasi yang masuk ke otak kita, suatu saat jadi ada gunanya. Sejujurnya aku menikmati sekali membaca buku ini, sampe-sampe kayaknya kalo baca setengah2 kok yo nyesel.

Di halaman pertama, penulis menjelaskan bagaimana saat ini, manusia sepertinya mudah sekali mengucapkan nama Tuhan, walau untuk keperluan sesat. Misalnya, perang. Orang yang menyerukan perang, berdoa kepada Tuhan untuk memerangi orang yang juga menyembah Tuhan.

Aku jadi teringat pengalamanku di awal Juni bersama seorang sopir Taksi. Sang sopir dengan ramah bercerita bahwa dia, walau seorang sopir sangat bangga pada anak-anaknya yang sudah duduk di bangku kuliah. yang pertama sudah lulus akpol, yang kedua kuliah farmasi UI. Hebat ya?…ia bahkan rela tidak punya rumah, alias hidup mengontrak karen arumahnya, dijual untuk membiayai studi kedua anaknya.

Terutama anak yang pertama. “Saya harus jual rumah saya Bu, seharga Rp 200 juta. Rp 125 juta, saya berikan untuk mendaftarkan anak masuk Akpol. Dan alhamdulillah lulus. Saya dan Istri sampe harus puasa Senin Kamis mendoakan anak agar diterima di Akpol.”

Miris ya? tapi mengapa Tuhan mengabulkan? bahkan untuk para koruptor Tuhan juga memberikan kesempatan, mereka bisa kabur, bisa menikmati hasil uang haram itu. Lalu apakah Tuhan ikut andil dalam kegiatan kriminal?

Rasanya sangat terburu-buru menuduh Tuhan seperti itu. Tuhan seperti zat yang tidak punya kuasa saja. Dalam pemikiran saya, apapun yang manusia cita-citakan semua bisa terwujud, sekalipun cita-cita itu bertujuan merugikan manusia lain. Tuhan bukannya membiarkan saja segalanya, tetapi Tuhan juga memberikan kesempatan untuk orang yang teraniyaya bangkit dan berusaha. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika mereka tidka merubah nasibnya sendiri.

Manusia yang jahat maupun yang baik sama-sama diberi kesempatan. Kesempatan untuk merubah nasib, maupun kesempatan untuk tidak tergiur. Nah, pada saatnya, akan ada pembalasan…

Jika kita melihat koruptor merajalela, bukan tugas Tuhan untuk membasmi kejahatan. Tapi kita-kita yang masih diberi akal pikiran untuk berani bertindak.

Jadi? mungkin saat ini kita masih mengejar-ngejar harta…menghalalkan segala cara, tapi apakah kita pernah sadar, harta yang kita cari dengan susah payah. Dengan mengorbankan harga diri dan orang lain, akan menyelamatkan kita dan keluarga? mudah-mudahan itu menjadi renungan kita..

Dan percayalah. Tuhan itu jauh lebih besar, jauh lebih Maha Mengetahui, jauh Lebih Bijaksana…daripada kemampuan otak kita untuk memikirkannya.

Love

Posted by 0 Responses
     

Leave a Reply to this Post

Jul
2
2011
 
 
Lisya Weblog Search form
Recent Comments
  • Nurhablisyah: Materi slide ada, hanya untuk melindungi kepentingan saya sebagai penyusun materi, maka saya...
  • Ringgo: Apakah ada materi dalam bentuk slide bu? Murid lebih menyukai pelajaran dengan slide sepertinya. Terima...
  • Senter Police: Oke makasih bu Dosen :D
  • Pusat Variasi Motor: saya senang atas artikel anda ini sangat membantu saya akan kembali untuk lain waktu agar dapat...
  • Variasi Motor: makasih ya mbk