Lisya Weblog

November 28th, 2011

Si Buah Hati

Posted by Administrator in Uncategorized

Kisah Pendek si Buah Hati
Segala puji bagi Allah SWT yang telah mengizinkan janin kecil ini berkembang di dalam rahimku selama lebih dari 40 minggu. Hanya kepadanyalah ku haturkan triliyunan rasa syukur yang tidak terhingga. Milyaran pujian dan doa-doa, karena aku sada tidak ada tempat bergantung yang paling teat selain Dia.
Farzan Feroz Syah Dermawan, itulah nama yang kai berikan kepada bayi laki-laki yang lahir dengan berat 3,5 kg dan panjang 51 cm, pada Kamis, 8 September 2011. Nama bayi mungil ini diambil dari Bahasa Persia, (aku memang sangat mengagumi Dinasti Mogul ini, karena selain mereka memiliki peradaban yang sangat maju pada zamannya, saat ini pun, bangsa Persia masih dihormati oleh bangsa lain di dunia), bukan karena nenek moyang mreka yang telah menorehkan sejarah peradaban dunia, namun karena mental dan karakter yang kuat.
Buat pasangan lain, memiliki anak merupakan hal yang luar biasa. Tapi bagi kami, lahirnya Farzan adalah keajaiban. Kami, aku dan suami, menikah 6 tahun lalu, tepatnya 8 Januari 2005. Kami adalah pasangan yang berbahagia, telah saling mengenal sejak usia taman kanak-kanak. Banyak yang heran jika aku cerita bagaimana awal aku dan suami bertemu. Tapi aku percaya, jodoh, rejeki dan maut sudah diatur oleh Allah. SD, SMP kami satu sekolah. Saat SMU kami sekolah di tempat yang berbeda, aku sekolah di SMU 14 Cililtan, suamiku, Imam di SMU 39 Cijantung. Sejak TK aku sekolah di Cijantung – Kopasus terus, aku bosan dengan suasananya, dan emutuskan pindahh rayon. Saat kelas 1 SMU, aku sakit typhus dan demam berdarah yang menyebabkan aku harus transfusi sel darah putih, dan berbaring cukup lama di rumah sakit. Aku ketinggalan pelajaran, padahal sekolahku cukup dikenal sebagai sekolah unggulan. Aku tidak peduli lagi masalah prestasi, yang penting sehat dulu. Di saat itu, tiba-tiba Imam mengunjungiku di rumah, dan membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolahku. Imam adalah juara umum di sekolahnya. Waktu SMP dia juga kerap membantuku untuk urusan pelajaran. Dan dia memang baik sekali, bukan hanya padaku tapi pada semua teman.
Saat kami kuliah, kami kehilangan kontak. Sekalinya bertemu, di terminal kampung rambutan. Aku mau kembali ke kosan di Jatinangor, Imam mau pulang ke rumahnya di Bandung, Ternyata dia dan keluarga pindah rumah ke kampung halaman ibunya di Bandung. Imam dapat PMDK di IPB jurusan matematika. Aku lolos UMPTN diterima di FIKOM UNPAD.
Lulus kuliah, kai bertemu lagi di dunia maya setelah kami sama-sama bekerja. Setahu aku, Imam belum pernah punya pacar sebelumnya, hidupnya yang cukup prihatin dan bejibunnya tugas-tugas kuliah membuat Imam fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu. Saat lulus, IP nya tergolong kecil, namun menurutnya untuk dapat IP 2,7 saja di jurusannya sangat sulit. Tapi kualitas boleh diadu, makanya dia gak pernah lolos saringan administrasi pegawai negeri, karena Ipnya tidak memenuhi syarat. Aku juga lulus tepat waktu dengan predikat cum laude. Aku bukan anak yang terlalu rajin belajar, prinsipnya kehidupan harus seimbang, belajar, bekerja dan senang-senang. Aku sangat menikmati masa-masa kuliah, tidak ada beban. Mungkin inilah yang membuat prestasi akademisku cukup gemilang. Semester 5 aku sudah bekerja paruh waktu di Harian Galamedia, jualan baju dari pasar baru, dan sebagainya.
Setelah lulus, aku bekerja seagai penulis skenario, juga freelancer administrator web site sebuah televisi satelit, Ar rahman Channel. Karirku di Ar rahman channel cukup lumayan (Menurut aku loh..), karena berkat bekerja di sana, aku mendapat kesempatan umroh 1 kali dan umroh Ramadhan selama 1 bulan. Sebuah berkah yang luar biasa. Di saat yang bersamaan aku juga harus menyelesaikan kuliah S2 ku di Universitas indonesia dan dilamar Imam. Kami menikah, usai aku menyelesaikan tugas di Saudi Arabia pada januari 2005. Saat itu ayahku dalam keadaan vonis kanker stadium 4. Namun ayah memaksakan untuk memestakan pernikahanku dengan Imam. Ayah ikut mengatur segalanya, ayah ingin pernikahan ala Betawi, karena adat betawi menurutnya kental dengan nuansa Islami. “Pengantin disambut dengan adzan. Adat Betawi juga asik dilihat karena ada palang pintu. Pengantin laki-laki harus beradu silat sebelum meminang sang gadis. Ini artinya, harus ada perjuangan,“ kata ayah. Dan benar saja, pernikahan kami dihadiri sekitar 2000 undangan dan terlaksana di Balai Komando – Cijantung.
Hari pertama menikah, kami langsung pindah ke kontrakan, tidak ada bulan madu, karena memang tidak ada budget, aku lebih memilih DP rumah ketimbang bulan madu. Angpaw nikahan tidak kami ambil sepeserpun, karena sebagian besar adalah dana dari orang tuaku. Kami bertahan hidup dari sisa tabungan dan gaji. Sebulan setelah menikah, Ar Rahman bangkrut, dan tidak ada pesangon. Aku tidak bekerja dan melamar ke sana ke sini. Ayahku masuk rumah sakit. Kujadikan ini sebagai waktu untuk merawat ayah.
Tepat 6 bulan setelah pernikahanku, ayah meninggal. Ini menjadi pukulan yang berat bagiku, karena hubungan kami (anak-anaknya) dengan beliau sangat dekat. Ayah adalah teman curhatku sejak SMP. The best Dad in the entire world! Aku ikhlas ayah harus pergi, kami semua ikhlas. Ayah adalah imam di keluarga besar kami. Hilangnya ayah, membuat keluarga besar (dari ibunya ayah) limbung. Hubungan dengan ibuku pun jadi hambar dan nyaris putus. Terlalu banyak fitnah yang membuat keluarga kami dijauhi. Dua pernikahan adik-adikku tidak dihadiri satupun dari keluarga ayah. Tapi tidak mengapa, itu bukan masalah. Kami hanya tau silaturahim memperpanjang usia dan rejeki. Mama tidak pernah putus mengunjungi nenek sekali setiap tahun jika Ramadhan datang, walau tidak pernah diusir secara langsung.
Agustus 2005, aku diterima bekerja di sebuah lembaga SDM ternama sebagai reporter. Dari pekerjaan ini, aku mendapat kesempatan untuk keliling Indonesia. Alhamdulillah dari sumatera hingga Irian jaya sudah kujelajahi. Suamiku juga pindah kerja, dan kondisi ekonomi kami jadi lebih baik. Untuk memperoleh keturunan, tahun 2007, aku memutuskan kerja freelance dan berhenti jadi reporter. Aku mulai menulis skenario untuk FTV/sinetron anak bahkan freelancer jadi tim sukses kampanye.
Tahun 2010, aku belum hamil juga, sementara dua adikku yang telah menikah sudah dikaruniai anak. Adik perempuanku malah sudah mau dua anaknya, di usia pernikahannya yang ke-4. Aku sudah pasrah. Sudah berusaha dari mulai urut ke Cibinong sampai ke Purwokerto. Berobat alternatif dan dokter. Sudah hapir 7 dokter yang aku dan suami datangi. Hanya ada sedikit titik terang. Tahun 2007, kami datang ke Klinik Yasmin di RSCM, dan bertemu dengan dr.Muharam. Oleh beliau aku dirujuk ke RS Sayyidah di Pondok. Kopi untuk cek ASA (Antibodi). Setelah pemeriksaan darah sana-sini, tentu menghabiskan biaya yang tidak sedikit. Akhirnya barulah nampak masalah kami. Antibodiku terlalu tinggi yang menyebabkan aku menolak sperma suami. Suamiku juga ada masalah, varikokel dan harus dioperasi. Untungnya kantor suami memberikan penggantian uang kesehatan, sebesar gaji suami. Untuk sisanya, alhamdulillah ada saja rejeki yang mampir ke keluarga kami.
Namun semua pengobatan ini belum membuahkan hasil. Aku belum pernah merasakan positif sekalipun. Kami bukannya tidak sabar untuk berusaha, hanya saja, semua usaha harus sesuai dengan kemampuan. Aku tidak mau pinjam uang sana-sini. Aku yakin Allah sudah mengatur segalanya. Akupun mulai menjalani pemeriksaan intensif di Sayyidah pada tahun 2009. Hasilnya, dari 33 test respon terhadap alergi, 32 test menunjukan aku alergi berat, terutama pada kepiting, sea food, tomat, acang kedelai, ayam, keju, susu, terigu dan gandum, dll. Akhirnya aku harus diet ketat. Mei 2010, aku positif hamil. Senangnya bukan main. Suamiku jadi protektif luar biasa. Tapi janin ini tidak bertahan lama, tepat setelah merayakan ulang tahun ke-31, aku keguguran dalam perjalanan menuju rumah sakit. Blighted Ovum, atau janin tidak berkembang disebabkan karena proses pembuahan yang tidak sempurna (baik sel ovum maupun sperma bukan yang berkualitas baik) akhirnya janin meluruh sendiri, tapi aku tetap harus dikuret.
Sedih? Tentu saja, terus terang semangatku untuk memiliki keturunan jadi melorot. Sudah puluhan juta yang kami keluarkan, hingga kami tidak punya tabungan sama sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk stop berobat. Dan bekerja sekerasnya, untuk mengalihkan pikiranku. Bahkan aku berencana menabung untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri. Lalu mama menyarankan untuk menabung haji. Sebetulnya aku sudah lama kepikiran untuk membuat tabungan haji. Alhamdulillah, rumah kami cicilannya sudah lunas dan sudah SHM. Aku pikir, sudah saatnya membuat tabungan haji karena beban cicilan rumah sudah dialihkan. Akhirnya, datanglah rejeki dari hasil menulis skenario dan pembagian warisan tanah. Aku dan suami membuat tabungan haji di tahun 2010, setelah aku dikuret. Kami langsung mendaftar ke Departemen Agama dan mendapat nomor antrian untuk tahun 2014 (doakan yah…)
Karirku sebagai dosen juga semakin baik bersamaan pekerjaan sampingan sebagai penulis skenario dan astrada. SK dosenku sudah keluar dari kopertis awal 2011. Kegiatan kampus dan shooting berjalan dengan mesra. Hingga pada suatu saat, dimana kesibukanku sedang memuncak, Januari 2011, aku kembali positif hamil. Aku harus menangani kegiatan kampus yang cukup besar, acara tahunan dengan masa sekitar 1000 orang. Malamnya shooting hingga pagi. Dan aku dalam kondisi hamil.
Pikiranku mulai negatif. Akhirnya mengikuti saran dari suami, aku harus menghentikan aktivitasku sebagai astrada. Setiap berada di kamar mandi aku muntah hebat. Anehnya, kalau sedang mengajar dan aktivitas lain, sehat wal afiat. Tapi aku bersyukur, aku selalu berkomunikasi dengan janinku, untuk bekerjasama. Aku berharap, saat lahir ke dunia, anakku menjadi orang yang suka bekerja keras dan tidak mudah menyerah.
Usia kehamilan 5 bulan, kondisiku sudah lebih baik, Production House tempat aku bekerja, kembali memanggilku. Kali ini untuk mengerjakan project layar lebar. Aku terlibat dalam penulisan skenario dan penjadwalan. Dan tentu saja, disambi dengan pekerjaan sebagai dosen. Paginya mengajar, malamnya di PH. Ini berlangsung selama 4 bulan. Untungnya, saat shooting berlangsung, kampus sedang UAS. Jadi aku tidak perlu grabag-grubug membagi waktu. Perutku semakin membesar, dan tiap bulan kami rutin check up ke dokter. Alhamdulillah kondisi janin sehat dan normal.
Shooting layar lebar selesai seminggu sebelum lebaran 2011, namun ada masalah di Phku, salah satu kru telah lalai menjalankan tugasnya, sementara kru lain sudah mudik. Alhasil aku dan produser harus kembali bekerja hingga 3 hari sebelum lebaran. Untung suami dengan sabar menemaniku. Sebagian pekerjaan beres.
Setelah lebaran selesai, aku dag dig dug menunggu masa persalinan. Melihat kondisi janin yang sehat, tidak membuatku khawatir, namun plasentaku sudah tidak bagus, sudah tua. Dan ini akan menganggu janin. Jika dibiarkan, janin bisa tidak makan. Maka atas pertimbangan ini, tanggal 6 September 2011, aku harus ke RS dan minum obat pelentur rahim.Setelah meminum obat, aku flek, namun tidak ada mules. Tanggal 8 Sept, aku dan suami pergi lagi ke RS. Dicek sudah ada pembukaan 2, aku disuruuh banyak jalan agar semakin melebar. Setelah menunggu selama 8 jam, pembukaan masih tetap 2. Dokter lalu memtuskan untuk memberikan Cytotec (silahkan cek di internet resiko yang harus ditanggung ibu hamil dalam penggunaan obat keras ini) dengan dosis yang sangat kecil, untuk membantu mulut rahimku terbuka. Kebetulan mama adalah seorang bidan, dan tidak sengaja mendengar pembicaraan perawat rumah sakit dengan dokter mengenai obat ini. Mama langsung tidak setuju.
Rencananya, setelah diberi Cytotec, aku baru diinduksi. Karena induksi (via infus) baru boleh dilakukan setelah minimal pembukaan 4. Menurut mama, rasa sakit yang harus ditanggung dari penggunaan Cytotec dan induksi sangat luar biasa. Itu juga kemungkinan berhasilnya 50:50. Jika gagal, aku harus operasi. Mama menyarankan lebih baik langsung operasi. Aku dan suami lalu berpikir keras. Suami langsung browsing di internet. Dan akhirnya, kami memutusan untuk operasi. Suamiku langsung menandatangi surat pernyataan. Aku lalu masuk ruang operasi.
Pengalaman berada di meja operasi sangat tidak nyaman. Tapi disitulah aku menyadari, bahwa sesungguhnya aku sangat takut mati. Aku takut meninggalkan dunia, dan aku sangat berterima kasih pada mama. Aku langsung ingin memeluk mama dan mengucapkan dengan lantang kata maaf sekaligus terima kasih atas apa yang sudah mama berikan kepadaku. Melahirkan bukanlah hal sepele. Ini pertarungan nyawa. Dan saat itu yang membuat aku belum rela pindah dunia adalah karena aku ingin merawat bayi yang aku lahirkan. Melihatnya tumbuh, dan memberikan segala cinta kasihku padanya. Sekali lagi, aku ingin memeluk mama dan mencium kakinya. Lalu mama masuk ke ruang operasi dan memegang tanganku. Saat itulah, walau dalam kondisi bius lokal, aku bisa membalas genggaman mama. Dan aku langsung menangis ketika Farzan, bayi laki-laki kami menangis untuk pertama kali. Tangisnnya begitu keras, menggelegar seperti sambaran petir. Menangislah nak, kami sudah menantikannya lama sekali. Mama lalu mengusap air mataku. “Bayi kamu besar sekali Ka, 3,5 kg.” katanya dengan wajah haru. Sebelumnya dokter memperkirakan BB bayiku 2,7 kg. Farzan lalu diletakkan di dadaku dan langsung diperkenalkan untuk menghisap ASI. Aku masih bisa melihat cairan kecokelatan keluar dari mulutnya dan menempel di dadaku. Subhanallah, bayi sehat yang montok. Aku maih tidak percaya, bayi ini benar-benar ada di dalam rahimku.
Hari ini, tepat hari ke-8 Farzan Feroz Syah Dermawan hadir ke dunia, sejak pertama kali muncul, pada 8 September 2011. Suasana rumah kami kini sudah lain sejak tangisannya menghiasi hari-hari kami. Mulai tidak tidur, mulai ada kesibukan baru. Farzan minumnya kuat sekali, aku ingin sekali memberinya ASI eksklusif, namun air susuku baru bisa keluar agak banyak satu minggu setelah Farzan lahir. Tapi aku tidak menyerah, aku bertekad akan terus memberinya ASI, pokoknya harus ASI, mudah-mudahan susu formulanya akan segera tergeser.
Malam ini, pada hujan pertama setelah lebaran 1432 H, hujan pertama Farzan. Hanya aku dan dia, karena suamiku sedang menengok rumah kami di Cileungsi, dan saat ini sampai aku pulih aku berada di rumah mama. Aku ingin berbagi dengan teman-teman sekalian. Bebagi kebahagiaan yang belum pernah kurasakan, hingga perasaan ini menghanyutkan air mata. Kisah baru menjalani kehidupan menjadi orang tua, bertanggungjawab kepada Allah hingga nanti kita semua kembali padaNya. Aku berdoa, bagi pasagan yang belum dititipkan Allah buah hati, akan segera dikaruniai kebahagiaan ini. Mudah-mudahan kita semua bisa menjadi hamba yang amanah. Amiin.

Lisya dan Imam

July 10th, 2011

Menulis Mimpi

Posted by Administrator in Uncategorized

Habis baca buku nih, katanya kalo punya mimpi harus ditulis agar menjadi kenyataan, InsyaAllah. Berikut adalah daftar mimpiku:

tahun 2011
1. melahirkan anak yang sehat, soleh, pintar, kuat, dipenuhi dengan keberuntungan sepanjang hidupnya
2. punya mobil
3. jadi konsultan dengan penghasilan tambahan yang lumayan

tahun 2012
1. mengeluarkan karya terbaru
2. makin eksis di dunia pendidikan
3. sukses jadi ibu, istri, anak, kakak, dan perempuan pekerja
4. renovasi rumah

tahun 2013
1. pergi haji
2. beli tanah buat investasi
3. hamil lagi

tahun 2014
1. sukses jadi ibu, istri, anak, kakak, dan perempuan pekerja
2. melahirkan anak kedua
3. menghasilkan karya lagi
4. anak pertama sekolah
5. bikin perkebunan di daerah ciamis/ pemalang

tahun 2015
1. sukses jadi ibu, istri, anak, kakak, dan perempuan pekerja
2. menghasilkan karya
3. liburan bareng keluarga ke luar negeri
4. jadi pengusaha dan petani yang sukses
5. makin disayang keluarga dan teman
6. punya ruko dan kontrakan

July 2nd, 2011

Bukunya Karen Amstrong dan Pengalaman Pribadi

Posted by Administrator in Uncategorized

Lagi dapet kerjaan nih, buat bikin sebuah skrip untuk program talk show. Kali ini buku yang akan diangkat adalah bukunya Karen Amstrong yang berjudul “Masa Depan Tuhan”, sekilas kok ya, kayaknya buku ini cari-cari perhatian gitu ya…tapi ketika dibaca. Hhhmm, ternyata engga ada ilmu yang gak berguna. apapun informasi yang masuk ke otak kita, suatu saat jadi ada gunanya. Sejujurnya aku menikmati sekali membaca buku ini, sampe-sampe kayaknya kalo baca setengah2 kok yo nyesel.

Di halaman pertama, penulis menjelaskan bagaimana saat ini, manusia sepertinya mudah sekali mengucapkan nama Tuhan, walau untuk keperluan sesat. Misalnya, perang. Orang yang menyerukan perang, berdoa kepada Tuhan untuk memerangi orang yang juga menyembah Tuhan.

Aku jadi teringat pengalamanku di awal Juni bersama seorang sopir Taksi. Sang sopir dengan ramah bercerita bahwa dia, walau seorang sopir sangat bangga pada anak-anaknya yang sudah duduk di bangku kuliah. yang pertama sudah lulus akpol, yang kedua kuliah farmasi UI. Hebat ya?…ia bahkan rela tidak punya rumah, alias hidup mengontrak karen arumahnya, dijual untuk membiayai studi kedua anaknya.

Terutama anak yang pertama. “Saya harus jual rumah saya Bu, seharga Rp 200 juta. Rp 125 juta, saya berikan untuk mendaftarkan anak masuk Akpol. Dan alhamdulillah lulus. Saya dan Istri sampe harus puasa Senin Kamis mendoakan anak agar diterima di Akpol.”

Miris ya? tapi mengapa Tuhan mengabulkan? bahkan untuk para koruptor Tuhan juga memberikan kesempatan, mereka bisa kabur, bisa menikmati hasil uang haram itu. Lalu apakah Tuhan ikut andil dalam kegiatan kriminal?

Rasanya sangat terburu-buru menuduh Tuhan seperti itu. Tuhan seperti zat yang tidak punya kuasa saja. Dalam pemikiran saya, apapun yang manusia cita-citakan semua bisa terwujud, sekalipun cita-cita itu bertujuan merugikan manusia lain. Tuhan bukannya membiarkan saja segalanya, tetapi Tuhan juga memberikan kesempatan untuk orang yang teraniyaya bangkit dan berusaha. Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika mereka tidka merubah nasibnya sendiri.

Manusia yang jahat maupun yang baik sama-sama diberi kesempatan. Kesempatan untuk merubah nasib, maupun kesempatan untuk tidak tergiur. Nah, pada saatnya, akan ada pembalasan…

Jika kita melihat koruptor merajalela, bukan tugas Tuhan untuk membasmi kejahatan. Tapi kita-kita yang masih diberi akal pikiran untuk berani bertindak.

Jadi? mungkin saat ini kita masih mengejar-ngejar harta…menghalalkan segala cara, tapi apakah kita pernah sadar, harta yang kita cari dengan susah payah. Dengan mengorbankan harga diri dan orang lain, akan menyelamatkan kita dan keluarga? mudah-mudahan itu menjadi renungan kita..

Dan percayalah. Tuhan itu jauh lebih besar, jauh lebih Maha Mengetahui, jauh Lebih Bijaksana…daripada kemampuan otak kita untuk memikirkannya.

Love

May 13th, 2011

Dari Menulis Skenario Hingga Tabungan Haji dan hamil

Posted by Administrator in Uncategorized

Sumpeh! kalo punya mimpi, langsung aja diomongin, apalagi kalo mimpinya baik, InsyaAllah ada jalan.

Pas baca-baca lagi, blog gue ini yang sudah hampir 5 bulan dicuekin. Eh, begitu tersentaknya gue, karena beberapa harapan di tahun 2010, pelan-pelan akan terwujud. Pertama, pengen kaya. Kaya itu banyak faktor dan indikasinya, as long as you feel independent, you could be the riches man on earth. Berpenghasilan, dapat mengatur hidup lo sendiri, dan yang penting dapat berbagi apa yang lo pikirkan. Mungkin orang lain yang ingin kaya, ukurannya ada materi. Seberapa mahal ponsel, merek laptop, dsb. Every body have their own oppinion about being rich.

Sejak Lebaran 2010 hingga Januari 2011, gue dapet job nulis skenario, alhamdulillah, sangat membantu gue untuk bermimpi lebih jauh. Misalnya, untuk membuat tabungan haji. Dan alhamdulillah sudah terkumpul untuk gue dan suami, Amiin Ya Allah..:)

Untungnya bikin skenario FTV, tentang Catatan Jurnalis, gue belajar banyak saat mengerjakan projek ini. Bagaimana berhubungan dengan kru, karena gue juga seorang astrada, bagaimana mengatur jadwal shoting agar efisien, dan mengatur pekerjaan sebagai dosen.

Di tengah kesibukan ini, Allah kembali memberi nikmat. Gue hamil. Kegiatan shoting terpaksa berhenti karena selama 5 bulan, gue mabok berat. Sekarang kehamilan gue memasuki usia 22 minggu (amiin Ya Allah..), mohon doanya teman-teman, agar gue dan janin selalu sehat hingga waktunya melahirkan. Pada saat yang bersamaan, SK (Surat Keputusan) menjadi Asisten Ahli, kum 150 (dari Dikti) juga keluar. Artinya, profesi gue sebagai dosen sudah diakui oleh negara, dan SK ini berpengaruh dengan penghasilan plus jabatan gue. Mau menuju sertifikasi dosen, masih jauh sih..tapi sedang diusahakan saat ini.

Gue kembali dipanggil PH yang menghire gue sebelumnya, untuk mengerjakan projek yang agak mirip. Malahan ditawarin tetap, gue bilang, komitmennya udah jadi dosen duluan…tapi masih ingin membantu. Alhamdulillah produsernya sangat memahami (karena pernah ngajar juga), beliau memberikan waktu 3 hari seminggu untuk gue bekerja. Ini baru berjalan sih..

Sebulan sebelumnya, gue nulis skrip untuk acara “Telaah” di MNC, dari episode 2-10. Bisa dilihat di Channel 97, Indovision. Ini juga ditawarin sama teman (Kalo urusan teman, harga cing cay bajay, hehehe) tapi tetep gue merasa beruntung, selain dapet duit, dapet vocher buku dari MIZAN, juga dapet buku gratis…Yippi! Dalam sebulan gue bisa baca 4-5 buku. Mudah-mudahan, akan berimbas pada janin juga..biar suka baca..:)

Me and Hubby?
I think all these 6 years, had made us become a learning couple. Pasangan yang betul-betul banyak belajar, hingga akhirnya kita bisa menemukan formula untuk saling memuja, dan melayani, dan membahagiakan. Muah, Love You So Dear Hubby..:)

Me and students? Alhamdulillah, everything goes well, saya merasa ada tanggungjawab baru sebagai pembimbing TA yang sejalan dengan aktivitas menulis ini. Yaitu, jadi sering banyak BACA —– memberi informasi bacaan kepada yang sedang TA.

Terakhir…
Sejak bertemu dengan HRD sebuah EO penyelenggara pameran terbesar di Indonesia, I feel like, Human Resource Provider. Dapet tawaran untuk merekomendasikan mahasiswa untuk magang. What a lovely Life..:), jadi seperti penghubung antara dunia kerja dengan dunia akademik. So? Nikmat Manakah Yang Kamu Dustakan?

Ampun Beribu Ampuun..Ya Allah…Hamba tidak melihat yang lain selain Nikmat-Mu yang tidak akan pernah hamba bisa hitung. Jadikan hamba, manusia yang pandai bersyukur, mudahkan segala urusan Hamba, dan Jadikan keturunan dan mahasiswa Hamba, manusia yang unggul di Mata-MU..Amiin

January 14th, 2011

Tahun 2011

Posted by Administrator in Uncategorized

Udah lama banget, engga ada torehan keyboard di site ini. Padahal pengen banget curhat nih. Well, tahun 2011 diawali dengan berita bahagia. Sebenernya, sepanjang tahun sih aku ngerasa banyak berita bahagianya ketimbang berita sedih. Di tahun 2010, I’ve lost my first pregnancy. Excitig banget awalnya, tapi aku pikir, kalo emang bukan rejeki aku ikhlas deh. Toh, gue udah gak terlalu ngoyo, ndilalah kerjaan lagi banyak-banyaknya. Kerjaan di kampus dan kerjaan di Dapoer711. Dasar manusia, gak pernah puas, ak ada kerjaan ngeluh, banyak kerjaan ngeluh…gak bisa liburan lah, gak bisa kumpul sama temen2 lah. Dan gue sempat sudah melupakan untuk program punya baby lagi. Santai, kerja aja terus, bahkan berencana bikin bisnis sendiri.

Eh, tiba-tiba, ngerasa badan yang gak enak. Datang bulan terlambat, setelah dicek, beneran positif. Tapi, perasaan was-was gak bisa ilang. Bukan trauma sama kehamilan pertama. Tapi, gue khawatir, apakah janin di dalam rahim ini baik-baik aja, normal dan sehat wal afiat? mengingat gue punya riwayat gak gak sama dengan perempuan normal. Antibodi gue tinggi, jadi itulah yang membuat gue susah hamil. Sementara kami (gue dan suami) emang lagi gak program dan tratmen apa-apa. Gue jadi bingung campur ngeri. Tapi ilmu pengetahuan kedokteranpun ternyata tidak bisa mendeteksi, hingga usia janin cukup untuk memberi informasi.

Gue sadar menjadi orang tua bukan hal yang gampang. Gue sadar mendidik anak bukan pada usia dini, melainkan dimulai sejak mencari bibit. Apakah perasaan ini juga dialami semua calon ibu di seluruh dunia? trus gimana supaya maintain biar tenang?

Love, semoga hari ini menyenangkan

December 31st, 2010

Download Handout Mata Kuliah

Posted by Administrator in Uncategorized

Berikut handout matakuliah, silahkan klik untuk download

http://nurhablisyah.web.id/HANDOUT MATA KULIAH KOMUNIKASI PEMASARAN Desember 2010.pdf

http://nurhablisyah.web.id/HANDOUT MATA KULIAH PROSES KOMUNIKASI Desember 2010.pdf

November 7th, 2010

Proposal Grebeg Design

Posted by Administrator in Uncategorized

http://www.mediafire.com/file/kq61xf754x8s6j8/pro_final%20lisya.doc

September 2nd, 2010

Kisah Penghuni di Rumah Tenang

Posted by Administrator in Uncategorized

Alkisah hiduplah seorang istri bersama suaminya di rumah kecil yang tenang. Hampir setiap hari, suami istri ini pulang ke rumah yang sama mengerjakan kegiatan yang sama. Dan tidak terasa waktu sudah berlalu hampir 6 tahun.

tidak ada lagi kata-kata manis, karena semua menjadi sangat biasa. Setiap hari suami-istri ini pergi ke kantor, pulang malam hari. Di akhir pekan, mereka menghabiskan waktu di rumah untuk istirahat. Terus menerus begitu..

Suatu ketika, ketika sang istri sedang menyiram bunga di halaman, seekor kupu-kupu cantik menghampirinya. Kupu-kupu itu seolah mengajak sang istri bermain di tengah rutinitasnya yang membosankan.

Melihat kupu-kupu itu, sang istri senang sekali. Ia ingin menangkapnya. Tanpa terasa si istri sudah mengikuti kupu-kupu hingga ia keluar dari rumah. Sang suami tidak tahu kemana istrinya pergi. Karena saat itu ia tengah pulas tertidur.

Kupu-kupu itu terbang dan mengajak si istri pergi, dan tanpa disadari sang istri sudah pergi jauh dari rumah, dan tidak tahu jalan pulang. Namun bersama kupu-kupu itu, si istri merasa senang. kehidupan di luar rumah begitu luas dan indah. Ia menyesal telah menghabiskan waktunya hanya berada di rumah tanpa melihat dunia. Begitu ia menikmati dunia barunya, hingga ia lupa ia pernah menikah dan memiliki suami.

Sementara itu di rumah kecil yang tenang, sang suami bingung mendapati istrinya tidak ada di rumah. di halaman, hanya ada ember dan gayung kecil bekas sang istri menyiram bunga. Tidak ada suara istrinya, maupun bau tubuhnya yang khas. Sang suami yang bingung tidak tahu harus melakukan apa. Ia hanya menunggu sang istri kembali pulang..lalu melakukan aktifitasnya seperti biasa.

Lalu apakah ada cinta pada keduanya?

May 9th, 2010

Udah lama gak nulis Blog nih…

Posted by Administrator in Uncategorized

Terlalu banyak kejadian seru dan melelahkan yang membuat gue gak sempet menorehkan sejarah hidup gue..(sapa tau ntar jadi terkenal dan informasi pribadi biasanya diburu untuk konsumsi publik…hehehe). Jadi begini…cerita kali ini diawali dengan cerita gue bersama dua ponakan gue yang lucu dan menggemaskan, Al dan Gaffar. Al kalo ketemu atau mendengar suara Bunda Icha dari bawah tangga, langsung menjerit dan loncat-loncat. Perasaan ini sebenarnya sama dnegan perasaan gue ketika bertemu dia. Semakin lucu dan pintar aja dia, semua omongan gue diikutin. Dan dia lagi keranjingan film Gosei Sentai (pasukan bertopeng mirip Gogle Five gitu deh). Ada juga Gaffar yang udah mulai belajar jalan dan ngomong, kata-kata yang biasa diucapkan adalah..Babababa..tatata..papapaa…dan kalo ketawa rasanya ingin gue seruput aja dia, saking meggemaskannya..

Ternyata menjadi dosen banyak sekali kerjaannya…dan penghasilannya jangan ditanya begitu kecil..hingga beli baju dan parfum aja harus 3 kali mikir. Duh, gimana mau nabung buat haji nih??? tapi begitulah kenyataan di dunia nyata di Indonesiaku tercinta…jadi dosen yang syaratnya banyak, harus udah S2, menulis makalah 2 kali dalam setahun, penelitian, dan membuat bahan kuliah, membaca buku-buku terbaru ternyata tidka begitu dihargai…ini sepertinya proyek akhirat..tapi buat mengejar pengeluaran gimana caranya? mau cari side job udah gak ada waktu..yah begitulah..akhirnya disempet-sempetin deh…mudah-mudahan..timnya SBY atau dari diknas baca blog gue…bahwa dosen yang berprestasi seharusnya dapat kesempatan mendapatkan prioritas ujian pegawai negeri gitu atau didukung secara moral dan finnasial untuk beasiswa ke luar negeri. Ngomong2 ke luar negeri..gue pengen bangeeeeeeeet…ngeeebeet….pengen sekolah di luar negeri, sebulan aja! ikutan short course kek..apa kek..ke London, Swedia, New Zealand, atau Korea dan Jepang. Gue gak gitu tertarik ke Amerika Serikat, bukan apa-apa..karena gue denger di sana banyak makanan yang kurang sehat untuk di konsumsi. Dari Koran Komaps, Sabtu, 8 Mei 2010, anak-anak muda di AS banyak terserang kanker usus…karena meningkatnya konsumsi makanan yang diawetkan…(duh, gimana sih FDA…negara canggih kok??)

Gue masih tergila-gila sama Laruku dan Kat tun (mungkin kalo gue punya anak, mau dikasih nama Kazzy…dari Kamenashi Kazuya, hehehe..keren gak?)

Btw, ada kabar lain nih, gue baru dapet email dari penerbit yang mengatakan novel yang gue kerjakan karakternya kurang kuat (kayaknya bener tuh, gue emang dilanda kebingungan..karena si Ivan harusnya berumur 16 tahun! tapi di situ gue cerita dia berumur 12 tahun…heheheh) Ketika membuat novel Ivanov penakluk Hantu, gue ingin jadi JK Rowlingnya Indonesia! bisa gak? hehehe…katanya kalo punya mimpi jangan cuma mimpi aja…tapi harus direalisasikan..itulah bentuk realisasi gue..dengan nekad..gue kirim aja tuh novel..dan alhamdulillah direspon sih…masalahnya, adakah waktu untuk memperbaikinya? di tangah-tengah kesibukan..bermain dengan 2 ponakanku, bisnis rendang yang terbengkalai..dan obsesi lain membangun bisnis sendiri? Ya Allah…tolonglah hambamu ini..daku ingin semuanya berjalan lancar dan cepat kaya…dan pergi haji…punya anak…dan bahagia…serta membahagiakan yang lain…

Klise banget yeh…tapi begitulah keinginan gue sekarang..kepada mahasiswaku…selamat ujian..dan mudah-mudahan sukses dan cepat lulus…:)

Wassalam…dan selamat malam..

May 4th, 2010

Hand Out Komunikasi Pemasaran dan Komunikasi Periklanan

Posted by Administrator in Uncategorized

Bahan Hand Out Komunikasai Pemasaran dan Komunikasi Periklanan, sudah bisa di download di Download

February 7th, 2010

Oleh-oleh dari ceramah Subuh

Posted by Administrator in Uncategorized

Menuliskan oleh-oleh ini seperti membongkar satu per satu dosaku yang berbentuk debu di antara dosa lain yang besarnya segunung Himalaya.

Setelah pertemuan dengan sahabat itu tuh. Ingin sekali memperbaiki diri, mulai dari sholat tepat waktu deh. Ceritanya di komplek rumah sudah beberapa kali diadakan Gerasuja (Gerakan Sholat Subuh Berjamaah). Setelah beberapa kali diundang saya gak pernah datang, apalagi kalo alasannya ketiduran, kesiangan, males, apalah. Dan semangat itu datang dengan begitu membara. Tanpa suami harus membangunkan, saya sudah bangun sendiri dan siap-siap mandi (Maunya sih konsekwen di mata Allah dulu, tapi ini juga susahnya minta ampun…memang tidak ada yang mudah di dunia ini. Bahkan buang airpun harus usaha..)

Lagi mandi, eh Adzan subuh berkumandang, duh…cepet-cepet deh mandinya, tergopoh-gopoh, berwudhu, berpakaian, ambil mukena dan langsung jalan ke mushola bersama suami. Di tengah jalan baru inget, belum sikat gigi dan gak bawa uang sama sekali. Yang penting Subuh dulu deh. Sampe di mushola langsung dengar Qomat dan kami sholat berjamaah.

Ini oleh-oleh dari Pak Ustad.
1.Sholat Subuh berjamaah di Musholah/Masjid adalah indikasi keimanan seseorang (Ini artinya, bagi perempuan yang sering kesiangan seperti aku, sudah pasti keimanannya sangat-sangat rendah…ampun deh!..mending ngaku daripada membela diri)
2. Sholat Subuh adalah sholat wajib yang unik dan istimewa. Tidak bisa dijamak, tidak bisa diqosor. Dan Rasulullah menyisipkan sholat sunnah sebelum Subuh, dimana walaupun sunnah. Rasulullah tidak pernah meninggalkan sholat itu. Namanya Sholat Fajar (seinget gue, seumur hidup, gue baru 3 kali sholat Fajar…halah! susah juga nih untuk kaya mengikuti Rasul. Tapi kalo ada kemauan keras, apapun pasti bisa yah?)
3. Suatu ketika, Ali bin Abi Thalib ingin Sholat Subuh berjamaah. Setelah keluar dari rumahnya, Ali yang sedang bergegas harus memperlambat jalannya. Di depan Ali, ada seorang bapak tua yang jalannya sangat lambat. Ali tidak mau mendahuli sang Baapak, karena alasan sopan santun. Walaupun hatinya bergejolak takut ketinggalan Subuh berjamaah. Begitu sabarnya Ali menahan langkahnya yang pelan. Tibalah ia di depan masjid. Namun sang bapak tua, bukannya masuk masjid, ia lalu berbelok menjauhi masjid. Ternyata sang Bapak adalah seorang Yahudi.Ali melihat di masjid jamaah masih rukuk. Jadi ia masih bisa mengikuti Subuh sebagai masbuk (jamaah sholat yang terlambat). Dengan demikian, pahala sholat berjamaah masih bisa dimiliki Ali. Usai Subuh berjamaah tuntas, beberapa jamaah protes pada Rasulullah yang kala itu menjadi imamnya. Protesnya, mengapa rukuk Rasul SAW begitu lama. Lama sekali, lebih lama dari biasanya. Rasulullah dengan tenang menjawab “Bagaimana aku bisa bangun dari rukukku. Jika ada Jibril yang mehanku bangun dari rukukku. Jibril mengatakan untuk menunggu Ali.”

Setelah mendengar kisah ini, Speechless deh…begitu spesialnya Ali, hingga Allah menyuruh jibril menahan rukuk Rasulullah..:)

4. Ada beberapa doa yang dibaca setelah Sholat Subuh, salah satunya: Laa Illaha Illallah Wahdahu Laa Syarikala..Lahul Mulku, Walahul Hambu, Yuhyi wayumiitu ‘Ala kulli syaiin Qodiir (Kalau tulisan latinnya salah, mohon maaf dan silahkan cari yang Arabnya), keutamaan doa ini: (ini kurang lengkap..karena berusaha seksama mendengarkan..bisa dicari referensi yang lebih valid..maaf ya)

– Allah SWT memberikan 10 kebaikan seseorang hingga malam tiba
– Allah SWT menaikkan derajat 10 kali seseorang
– Allah SWT menjauhkan keburukan dari diri seseorang dari apa yang tidak dikehendaki

Nah begitulah..

Selanjutnya, setelah ceramah selesai, sesama warga kami beramah tamah, sambil ngeth dan makan pecel yang telah disiapkan oleh panitia (banyak pahalanya nih panitia, harus bangun lebih pagi dari jemaah subuh..hebat!)

Mudah-mudahan oleh-oleh ini bermanfaat…
Saling mendoakan ya, mudah-mudahan Allah SWT memberikan kekuatan agar kita komit terhadapNya. …:)

February 5th, 2010

Terima Kasih Allah, atas petunjukNya

Posted by Administrator in Uncategorized

Setelah berhari ahri dilanda kekalutan, mempertanyakan, kok saya gak bisa begitu, kok orang lain duluan, kok gak kaya-kaya. Kok karir mandek, kok belum dapet keturunan, dan sebagainya-dan sebagainya..

Akhirnya saya dipertemukan oleh sahabat lama. Sahabat yang telah memberi pencerahan pada saya hari ini (mudah-mudahan pencerahan ini terus nempel di otak dan terkubur dalam-dalam di sanubari, lalu tumbuh dengan subur ke seluruh tubuh dan masuk se setiap sel dan rongga jiwa). Sahabat, kakak, dan saudaraku itu bercerita, betapa buah kesabarannya yang tulus selama hampir 10 tahun ini mendapat ganjaran yang tidak diduga-duga.

Pernah ditipu puluhan juta rupiah, karir yang pasang surut, hidup bersama 3 anak yang masih kecil, suami dan tidak ada yang membantu di rumah, sementara sahabat saya itu harus kerja juga. Pekerjaan yang menggunung dan tekanan dari sana sini. Dan sebagainya-sebagainya.

Namun, kesabarannya yang tulus itu membuka pintu-pintu rejeki yang lain. Rejeki memiliki putra-putri yang saleh dan salehah, suami yang sabar dan menyayanginya. keluarga besar yang selalu mendukung, kesehatan. Dan rejeki materi yang tidak pernah diduga.

Aku ini kurang sabar! Tidka yakin kalau pertolongan Allah itu pasti datang. Sabar tuh tidak ada aturannya! sabar yah sabar! tidak memikirkan hasilnya bagaimana. Sabar itu terus berusaha dengan sebaiknya tanpa berpikir mendapatkan hasil di kemudian hari. Karena hasil dari kesabaran adalah urusan Allah.

Sabar, Ikhlas, jadi bersahabat. Bersaudara dalam kehidupan, dan teman setia dalam kesulitan. Hhm, memang udah menuliskannya dan berteriak sekuat tenaga. Namun melaksanakannya butuh lebih dari 50 tenagga kuda.

Sekali, sabar..ikhlaskan aku Ya Allah..untuk menajdi orang sabar dan ikhlas.

Love—-

Terima kasih Ya Allah telah mempertemukan aku dengan orang-orang yang hebat.

February 4th, 2010

Tidak Mudah Untuk Mendengar Berita Baik

Posted by Administrator in Uncategorized

Ada kalanya berita baik bagi orang lain menjadi berita buruk bagi kita. Kita jadi kerap membanding-bandingkan, kenapa dia bisa, kenapa mereka punya, kenapa aku gagal, dan sebagainya. Walaupun mulut ini bisa memberikan ucapan selamat, tapi rasanya perasaan ingin mendapatkan hal serupa tidak mudah dihilangkan.

Suatu ketika, d tengah derasnya hujan, saya dan suami mengendarai motor kami satu-satunya. Suami saya menyetir dan saya duduk di belakangnya. Hujan yang lebat mengguyur seluruh tubuh kami. Jaket kami basah. Kami tidak mau berhenti, karena jika berhenti akan menambah waktu perjalanan kami. Di kanan kiri, mobil lalu lalang melewati motor kami. Pengen juga sih, beli mobil, biar gak kehujanan terus. Tapi kalo rejekinya gak ada masak mau maksa?

Sambil terus mendekap suami, saya berpikir. Ada asiknya juga hujan-hujanan pake motor. Jadi tambah romantis, hehehe. Pulangnya emang masuk angin, tapi kan bisa dipijitin. Atau saya mijit suami.

Tulisan ini sebetulnya untuk saya sendiri. Saya akan terus mengatakan pada diri saya, Jangan sok tahu jadi orang. Yang kita pikir terbaik buat kita belum tentu baik di mata Allah. Dan semua hal itu pasti ada saatnya. Rumusnya, sabar! Bukannya mengeluh apa yang kita tidka punya, tetapi bersyukur apa yang kita punya. Bersykur mulai dari yang kecil, bisa bangun pagi, bisa sarapan, bisa pakai baju yang bersih, bisa curhat sama teman, bisa browsing, dan sebagainya.

Dan janji Allah SWT selalu benar, Jika Kamu bersyukur, maka akan aku tambah nikmatmu..”

January 27th, 2010

Pelan-pelan masalahnya mulai terlihat

Posted by Administrator in Uncategorized

Aku baru 4 bulan jadi dosen (lebih suka memakai istilah pe-sharing, atau orang yang suka berbagi kisah, karena memang begitu. Dalam menjalankan tugas aku berbagi referensi dari bacaan dan pengalaman). Tapi aku mulai melihat sedikit-sedikit masalah yang dihadapi seorang dosen. Semua pekerjaan tentu memiliki masalah dan kesenangannya sendiri. namun, permasalahan yang aku hadapi sangat kontradiktif dengan tujuan pendidikan di negara ini.

Sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan, dengan gedung yang besar, lapangan parkir yang cukup luas, dan mahasiswanya yang banyak, memberikan apresiasi yang minim untuk pengajarnya, rangenya Rp 25.000,- untuk 1 sks. Padaha untuk mencapai lokasi, harus naik angkot, kadang naik ojek. Saya sendiri harus menghabiskan Rp 35.000,- untuk sampai ke sana. Tujuan saya pribadi menjadi dosen, bukan mencari kesejahteraan materi, namun materi tentu saja menentukan. Pengeluaran itu belum termasuk buku-buku, materi yang harus disiapkan, foto copian, dll. Maka, banyak dosen yang terpaksa harus berhenti di tengah jalan mengajar. Jumlah yang berhenti ini tidak sedikit. Akhirnya, materi kuliah terbengkalai, dan sudah tentu mahasiswa yang dirugikan, mereka tidka dapat apa-apa. Dan beberapa mahasiswa yang saya ajak diskusi di kelas, umumnya tidka memberikan pendapat/opini yang signifikan.

Saya paham kenapa hal ini terjadi, niat baik harus diiringi dengan cara yang baik. Jika niatnya ingin meningkatkan pendidikan di tengah masyarakat dengan operasionalisasi yang tidak berimbang. Tentunya hasil yang didapat tidak sesuai dengan tujuan. malah sebaliknya, sangkaan penggemukan rekening pribadi atau organisasi.

Menjadi guru/ dosen memang bukan mengejar materi, mendapatkan pengetahuan dan ilmu memang hak setiap orang. Ketika itu menjadi hak setiap orang, lalu kewajibannya apa? maka yang memiliki hak itu wajib pula membuka kesempatan dan mempertimbangkan jalan keluar yang proporsional.

Yah, ini abru masalah dangkal saja, saya belum melihat lagi ada apa di balik itu. Yang saya lakukan saat ini, sebagai seorang pengajar, saya bertekad untuk tetap berkarya di luar kampus. Ini penting bagi saya, menjaga keseimbangan intelektual, sosial, dan industri.

—- Kita memang tidak tahu masa depan akan seperti apa, yang kita lakukan adalah berjalan selangkah demi selangkah ke depan —

January 27th, 2010

Pelan-pelan masalahnya mulai terlihat

Posted by Administrator in Uncategorized

Aku baru 4 bulan jadi dosen (lebih suka memakai istilah pe-sharing, atau orang yang suka berbagi kisah, karena memang begitu. Dalam menjalankan tugas aku berbagi referensi dari bacaan dan pengalaman). Tapi aku mulai melihat sedikit-sedikit masalah yang dihadapi seorang dosen. Semua pekerjaan tentu memiliki masalah dan kesenangannya sendiri. namun, permasalahan yang aku hadapi sangat kontradiktif dengan tujuan pendidikan di negara ini.

Sebuah universitas swasta di Jakarta Selatan, dengan gedung yang besar, lapangan parkir yang cukup luas, dan mahasiswanya yang banyak, memberikan apresiasi yang minim untuk pengajarnya, rangenya Rp 25.000,- untuk 1 sks. Padaha untuk mencapai lokasi, harus naik angkot, kadang naik ojek. Saya sendiri harus menghabiskan Rp 35.000,- untuk sampai ke sana. Tujuan saya pribadi menjadi dosen, bukan mencari kesejahteraan materi, namun materi tentu saja menentukan. Pengeluaran itu belum termasuk buku-buku, materi yang harus disiapkan, foto copian, dll. Maka, banyak dosen yang terpaksa harus berhenti di tengah jalan mengajar. Jumlah yang berhenti ini tidak sedikit. Akhirnya, materi kuliah terbengkalai, dan sudah tentu mahasiswa yang dirugikan, mereka tidka dapat apa-apa. Dan beberapa mahasiswa yang saya ajak diskusi di kelas, umumnya tidka memberikan pendapat/opini yang signifikan.

Saya paham kenapa hal ini terjadi, niat baik harus diiringi dengan cara yang baik. Jika niatnya ingin meningkatkan pendidikan di tengah masyarakat dengan operasionalisasi yang tidak berimbang. Tentunya hasil yang didapat tidak sesuai dengan tujuan. malah sebaliknya, sangkaan penggemukan rekening pribadi atau organisasi.

Menjadi guru/ dosen memang bukan mengejar materi, mendapatkan pengetahuan dan ilmu memang hak setiap orang. Ketika itu menjadi hak setiap orang, lalu kewajibannya apa? maka yang memiliki hak itu wajib pula membuka kesempatan dan mempertimbangkan jalan keluar yang proporsional.

Yah, ini abru masalah dangkal saja, saya belum melihat lagi ada apa di balik itu. Yang saya lakukan saat ini, sebagai seorang pengajar, saya bertekad untuk tetap berkarya di luar kampus. Ini penting bagi saya, menjaga keseimbangan intelektual, sosial, dan industri.

—- Kita memang tidak tahu masa depan akan seperti apa, yang kita lakukan adalah berjalan selangkah demi selangkah ke depan —

January 20th, 2010

Menjawab pertanyaan

Posted by Administrator in Uncategorized

Beberapa hari ini saya punya pengalaman baru seputar dunia chatting. Tentunya, kalau kita online melalui YM, G-Talk, atau apapun itu, dan membuka status kita sehingga orang lain bisa melihatnya. Kita tidak berharap “tidak diganggu” bukan?

Maksudnya, kalau memang bersedia terlihat melalui status, kenapa malam menjawab salam orang lain yang sudah mampir? Kalau memang tidak berniat menjawab kenapa tidak memilih “tidak kehilatan”. Jawabannya bisa jadi, takutnya teman-teman yang diharapkan tidak tahu kalau kita online. Kalau begitu sapa saja teman-teman yang diharapkan itu, dengan status “tidak terlihat”

Tapi kitapun terlalu mahal untuk menyapa orang lain. Untuk sebentar saja menyapa apa kabar. Kepala kita sudah dijejali pengalaman, kalau orang menyapa dengan ramah pasti ada “apa-apanya”. Minta bantuan lah, atau apalah. Memang dasar manusia, padahal belum tentu orang yang menyapa mau minta bantuan, malah sebaliknya. Mau kasih rejeki. Walah, kalau sudah begini bisa-bisa rejeki tidak jadi mampir nih.

Belum lagi kebiasaan kita yang tidak mau menjawab pesan orang. Saya piker, walaupun orang itu tidak terlalu penting dalam kehidupan kita. Tidak menjadi alas an untuk tidak menjawab pertanyaan. Menjawabnya juga tidak perlu mengada-ada. Jawaban yang jujur sudah lebih cukup. Lagi pula, bukankah jawaban memang tercipta karena ada pertanyaan. Kita sendiri saja merasa tidak nyaman jika tidak mendapat jawaban.

Have a nice day everyone..

Ps:
Orang bisa saja tidak menjawab:
- koneksi internetnya ngawur, jadi tidak tahu ada pesan masuk
- tidak ada pulsa
- tidak tahu kalau memang ditanya (agak aneh nih, alasan ini)
- tidak dengar, tidak lihat

January 12th, 2010

Jasa Penulisan untuk Usaha Anda

Posted by Administrator in Uncategorized

Jika teman-teman, Bapak, Ibu, dan saudara-saudara sekalian membutuhkan jasa penulisan (artikel, skenario, progrm TV, proposal event) bisa menghubungi saya. Melalui multiply atau email di lisya8@yahoo.com. Beberpa project yang saya kerjakan:

1. Artikel
- Artikel untuk kolom Spiritual Journey di Majalah Nebula ESQ 2005-2007
- Eksotika Irian Jaya, Majalah Paras, Desember 2007
- Wawancar dengan “Danah Zohar”, Koran Republika 2006

2. Buku
- Kumpulan cerpen bersama Asma Nadia “Galz please Don’t Cry”, nama pena: Shasya Dermawan
- “Muslimah Dresscode”, sebagai copy writer Okky Asokawati, Gramedia, April 2009

3. Program TV
- “Santun Anggun 2″ — Astro TV 2009
- “Insights with Nurul Izzah” — 2005
- Profile BSMR — 2009

4. Skenario
- Eneng dan Kaos Kaki Ajaib — RCTI 2007-2008
- 2 buah skenario FTV untuk Astro TV
- Sinopsis untuk FTV

5. Proposal Event dan event organizer
- Seminar “Change Now or Lose” Rhenald Kasali dan Ary Ginanjar 2006
- Seminar “When East Meet West”, Danah Zohar dan Ary Ginanjar 2007
- Panitia “Temu Alumni ESQ Nasional Bukittinggi”, 2007
- Event coordinator “Nebula Awrd” 2007
- dll

January 1st, 2010

Perubahan dan Flash Back 2009

Posted by Administrator in Uncategorized

Baru-baru ini lihat status teman di FB. Kita pernah sama-sama jadi orang “gila” waktu masih mahasiswa. Pokoknya gila banget lah (the thinng that you wouldn’t imagine what kind madness I’ve done…hehehe). Anyway…karena status itu akhirnya banyak teman lain yang merespon yang akhirnya berujung pada pembicaraan masalah yang sangat pribadi.

Tadinya mau ikutan nimbrung, tapi mikir 1000 kali. Karena suamiku juga ada di sana, teman-temanku, siswaku, mantan bos, dan lain-lain. Akhirnya aku hanya menjadi pemerhati setia. Aku berpikir apakah jika aku tidak ikutan pemikiran teman-teman lain berpikir aku sudah tidak “asik”? Namun aku akhirnya sampai pada kesimpulan. Biarlah..mungkin aku sudah berubah. Kadar kegilaannya sudah berkurang tepatnya. Aku tidak mau dikenal sebagai si “gila” …mungkin itu dulu..tapi aku berusaha berubah. Salah satu alasannya, adalah menjaga kehormatan keluarga..suami..

Kedengarannya klasik ya dan gak asik ya? tapi itu keputusan yang aku ambil. Jadi kalau mau gila-gilaan mungkin bukan ke aku lagi, but if you need a friend to talk, I would be happy to be a good listener…

Another greatest thing also happened in 2009. Setelah sukses menemani Mba Okky Asokawati sebagai caleg, aku juga kini jadi tenaga pengajar di salah satu universitas swasta. Sesuatu pekerjaan yang tidka pernah aku bayangkan ketika aku kecil. Aku ingin jadi sutradara dan penulis film. Kalo jadi penulis sih sudah kesampaian…sutradara kayaknya masih jauh yah..

Menjadi Dosen (ko gak sreg gitu nulisnya..aku lebih suka menulis seseorang yang suka sharing di dalam kelas..jadi lebih egaliter gitu) menurutku sangat menyenangkan. Aku teringat kata-kata Mba Okky. Kalo memberi uang, makanan, atau hal-hal yang sifatnya materi akan habis. Uang akan dibelanjakan, makanan jadi kotoran. Tapi ilmu? Ilmu akan menempel dan mengikuti selama kita hidup. Maka itulah 3 hal yang terus mengalir jika seseorang meninggal dunia, sodakah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang soleh. Nah, anak yang soleh nih..tahun ini belum berhasil dapat aproval dari Allah SWT. Mudah-mudahan tahun 2010 udah dipercaya mengasuh titipannya.

It’s not easy to change to be a better person. Akhir tahun 2009 menjadi waktu yang sangatpenting dalam hidupku. Menjadi dosen sekaligus cara penempaan mental dan intelektual. Mental sih yang berat..aku berusaha keras tidak terpancing secara emosi. Keadaan ini juga berimbas dalam keluarga. Intinya, harus lebih belajar sabar. Aku percaya, setiap detik begitu berharga, mari kita berbagi. Karena kebaikan itu bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri.

December 30th, 2009

Seigi No Mikata

Posted by Administrator in Uncategorized

Seigi no Mikata
10 Episode

Apa jadinya jika seorang adik perempuan berusia 15 tahun, hidup bersama kakak (usia 24) yang cantik, pintar, mempesona, selalu beruntung namun sifatnya bagaikan nenek sihir yang kejam. Sang kakak adalah Makio, seorang gadis anggun, tersohor yang bekerja sebagai pegawai negeri dengan posisi yang cukup terhormat di Jepang. Makio selalu menorehkan prestasi di lingkungan sekolah dan tempat tinggalnya. Hingga tidak ada yang tahu jika di dalam keluarga ia kerap menekan adiknya, Yoko untuk melayani segala kebutuhan Makio (Yamada Yu).

Di sisi lain, Yoko, sang adik yang merasa teraniaya, merasa tidak beruntung karena memiliki kakak yang kejam dan sadis, tidak punya pilihan selain menerima kenyataan itu dan menjadi anak yang selalu dibanding-bandingkan oleh keluarga maupun lingkungan. Namyn Yoko bukan anak yang patah semangat. Dalam suasana tertentu ia merasa keharusan membantu kakaknya itu bisa jadi hal yang menyengakan, bahkan membawa Yoko pada cinta sejatinya.

Kisah ini aslinya diambil dari Manga dengan judul yang sama yang ditulis oleh Hijiri Chiaki. Yoko selama hidupnya harus menanggung beban perbuatan kakaknya. Tidak ada yang tahu kalau Makiko yang cantik dan santun itu suka mengkoleksi kulit ular dan serangga, nge-fans berat dengan olah raga sumo dan penggemar setia para atlet sumo. Belum lagi kebiasaan makan makiko yang gila-gilaan. Seumur hidupnya tidak pernah membantu orang tua di dapur, tugas Makiko selalu dilimpahkan pada Yoko. Namun Makiko selalu hadir ketika Yoko kesusahan. Saat Yoko yang pulang dnegan membawa makanan pesanan Makiko hampir diculik oleh seorang penjahat, Makiko dengan gagah berani menghampiri penjahat itu dan menembaknya dengan senjata listrik. Lalu mengambil makanan pesanannya. Yoko yang masih shok merasa lega karena setidaknya nyawanya selamat karena kakaknya datang tepat waktu.

Kegilaan Makiko akan semakin menjadi jika ia merasa bertemu dengan pria pujaan hatinya. Yoshigawa adalah pria dengan masa depan karir yang cerah yang berhasil merebut hati Makiko. Rekan satu kantornya itu adalah aktivis lingkungan hidup, pria yang menghormati orang tua, baik hati, dan pekerja keras. Untuk bisa mencuri hati Yoshigawa, Makiko meminta Yoko menyelidiki kehidupan Yoshigawa. Saat melakukan penyelidikan inilah Yoko bertemu Riku, remaja popular di sekolah Yoko yang juga jatuh cinta pada Yoko.

Seigi no Mikata, atau Dewi Keadilan adalah panggilan terhormat yang diberikan kepada Makiko karena jasanya terhadap masyarakat dan pekerjaan di kantor. Walau merasa tersiksa, Yoko juga merasa harus melindungi kakaknya dan menjaga agar sifat buruk kakaknya tidak diketahui orang lain. Dorama ini menjadi sangat menarik dan menyenangkan karena disetiap episodenya selalu muncul tema yang tidak terduga. Apapun yang direncanakan Makiko tidak bisa ditebak. Selain itu Yoko (Shida Mirai) menampilkan akting yang sangat natural.

Atas kerja keras bintang dan kru dorama, pada hajatan penghargaan drama televise di Jepang ke 58, Shida Mirai dan Yamada Yu berhasil meraih bintang utama wanita terbaik dan peran pembantu wanita terbaik.

December 30th, 2009

1 Pondo no Fuukin (1 Pound Gospel)

Posted by Administrator in Uncategorized

1 Pound Gospel
10 Episode

Motivasi berbentuk Cinta

Dorama ini diangkat dari manga berjudul 1 Pondo no Fuukin yang dikarang oleh Rumiko Takahashi. 1 Pound of Gospel bercerita tentang seorang petinju amatir yang sangat berbakat bernama Kosaku Hatanaka yang berasal dari Gym Mukaido. Sebetulnya Hatanaka bisa memenangkan sebuah pertandingan tinju, namun karena sifatnya yang tidak kuat menahan rasa lapar, ia harus kalah karena saat bertanding terbayang-bayang makanan favoritnya. Rasa lapar tidak hanya masalah Hatanaka saja, ia juga bermasalah dalam mempertahankan berat badannya. Sebagai atlet tinju berat badan ideal adalah salah satu syarat bertanding. Dan untuk pertandingan selanjutnya Hatanaka harus kerja keras mengurangi 11 kg berat tubuhnya dalam waktu kurang dari seminggu.

Jika Hatanaka gagal, karir tinjunya akan berakhir dan Hatanaka tidak punya pilihan lain sebagai pekerja di sebuah restoran mi. Di saat Hatanaka membutuhkan motivasi untuk bertanding, ia bertemu dengan seorang suster cantik bernama Suster Angela. Suster Angela adalah anak yatim piatu yang dirawat di sebuah biara. Di usianya sekarang suster Angela yang polos dan baik hati itu belum pernah jatuh cinta.

Hatanaka belum pernah sesemangat seperti ini ketika bertemu suster Angela. Pria humoris yang rela melakukan apapun untuk Suster Angela ini akhirnya berlatih dengan sangat giat dan berhasil mempertahankan karirnya. Cerita tidak berhenti di sana, konflik kemudian muncul dari Biara tempat suster Angela tinggal. Beberapa suster mempertanyakan kedekatan suster Angela dengan Hatanaka. Sementara Hatanaka ingin sekali menikahi suster Angela. Suster Angela telah menjadi jimat keberuntungan Hatanaka. Keberhasilan Hanakapun berhasil meningkatkan pamor Gym Mukaido sehingga banyak anak muda mendaftar ke gym tersebut sebagai petinju professional.

Hatanaka diperankan oleh Kamenashi Kazuya (Ka tun) sedangkan suster Angela diperankan oleh Meisa Kuroki yang cantik. Dorama ini cukup banyak mendapatkan perhatian bukan saja karena diperankan oleh aktor dan aktris tampan. Namun juga kemampuan akting para aktor dan jalan cerita yang menarik. Karakter Hatanaka yang kuat namun kekanak-kanakan membuat kejujuran dan kemurnian cintanya pada suster Angela terasa sangat konyol namun romantis.

Next Page »